Wednesday, January 16, 2013

Membangun konsep diri seorang pelajar Muslim


Banyak  pelajar gagal bukan karena tidak punya potensi dan kemampuan. Kegagalan sering terjadi akibat kesalahan konsep diri. sadari bahwa diri kita unik dan Allah menciptakan manusia berbeda satu sama lainnya dan memiliki keunikan tersendiri. Sehingga be yourself, jadilah diri sendiri dan janganlah meniru orang lain ataupun mengikuti teman yang penting adalah jujur pada diri sendiri, sadari tujuan, keinginan, kekuatan dan kelemahan diri. Apa yang telah saya lakukan untuk memaksimalkan kemampuan saya ? apa yang telah saya lakukan untuk membantu mengerjakan semua yang saya bisa? Tetapkan standar internal anda dalam rangka menjadi sosok manusia yang dicita-citakan.
PEMAKNAAN ISTILAH KONSEP DIRI.
Konsep diri sering diidentikan dengan istilah penghargaan diri (self esteem) yang sebenarnya sudah ada sejak lahir dengan fitrahnya seperti bayi yang polos dan self esteem kita berkembang seiring berkembangnya interaksi dengan orang lain.
Dale Carnegie (1993:31) mengartikan sebagai “suatu gabungan-suatu montase- dari semua gambaran mental yang anda ambil untuk diri anda - gambaran fikiran tentang bagaimana anda bertingkah laku.”
Definisi self esteem yang diungkapkan seorang psikolog, Dr. Palladino (1994) mendefinisikan sebagai :
·         Kepercayaan terhadap diri sendiri
·         Kemampuan untuk melihat posisi diri di dunia ini secara realistis dan optima
·         Keyakinan akan kemampuan dalam membuat perubahan dan menghadapi tantangan hidup.
·         Kapasitas untuk memahami kelemahan diri dan berusaha memperbaiki diri
·         Pengetahuan tentang dri sendiri serta penerimaan akan pengetahuan tersebut.
·         kemampuan untuk mengakui keunikan diri dan berbangga terhadap apa yang membuat diri kita unik
·         keperacayaan akan nilai diri dan penghargaan akan kemampuan yang dimiliki
·         kepercayaan tentang apa yang kita dapat lakukan, cara pandang positif dan keyakinan diri untuk melakukan sesuatu yang baru.
·         Kemampuan untuk menggali dan menerapkan keterampilan dalam prilaku positif
·         Pemahaman bahwa kita berharga bagi diri sendiri dan orang lain
·         Mengetahui siapakah saya, apa yang saya dapat lakukan serta bagaimanakah memperoyeksikan pengetahuan ini lewat tindakan nyata.
·         Mencintai diri sendiri, bagaimanapun juga penampilan diri dimiliki setiap orang.
·         Menyukai diri sendiri, menghargai diri sendiri dan mau mengahadapi resiko dan kegagalan yang mungkin menghadang.
·         Menerima diri saya apa adanya dan memiliki kekuatan untuk mendesain kehidupan yang saya inginkan.
KONSEP DIRI RENDAH = SELF ESTEEM RENDAH
Seringkali kita memandang diri kita rendah dan tak berguna. Cara pandang negative terhadap diri sendiri biasanya diiringi persepsi negative terhadap orang lain, adalah ciri rendahnya self esteem alias penghargaan diri.
Bahaya kurangnya self esteem yang rendah akan memicu dua sikap ekstrim yang merugikan. Pertama, sikap pasif yaitu tidak tegas dalam melakukan berbagai tindakan akibat adanya rasa takut membuat orang lain tersinggung, merasa diperintah atau merasa digurui yang akan membuat mereka membenci dan mengucilkan kita. Padahal ketegasan adalah kunci kedisiplinan yang merupakan modal penting bagi keberhasilan diri dan aktifitas kita. Kedua sikap agresif, memaksakan gagasan, tidak mau menerima masukan dari orang lain dan cenderung mengundang perdebatan dibanding penyelesaian masalah. Padahal sikap menentang dan mengabaikan ide-iide orang lain berarti menghambatkan tercapainya keputusan yang tepat dan akurat. Juga berarti merugikan diri sendiri, orang lain dan organisasi dimana kita ingin tetap eksis didalanya
Ciri-ciri konsep diri yang rendah ini diakibatkan oleh :
1.    Kesalahan persepsi terhadap diri sendiri dibandingkan orang lain : anggapan bahwa orang lain lebih baik penampilannya, lebih cemerlang idenya, lebih diperhatikan banyak orang dan akhirnya kita merasa tertinggal jauh dan untuk merubahnya tidak mampu akhirnya tidak punya keinginan untuk berubah atau menerima tantangan.
2.    Konsep diri yang rendah dipengaruhi cara berfikir tentang persepsi orang lain terhadap anda : penuh prasangka dengan apa yang dibicarakan teman tentang diri anda, kritikan dianggap sebagai cemoohan, iri hati dan usaha menjatuhkan diri anda dimuka public, akhirnya tidak pernah mempercayai orang lain, apalagi berintropeksi terhadap apa yang telah dilakukan
BAGAIMANAKAH MEMBANGUN SELF ESTEEM
·         Belajar menyukai diri sendiri.
Menyukai diri sendiri bukan berarti sombong tapi selalu memiliki perasaan positif dan salah satu cara manusia mensyukuri atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Bukan berarti malas melainkan mendorong diri kita untuk terus berjuang untuk menjadi pribadi yang sholeh secara emosional maupun secara spiritual.
·         Kembangkan pemikiran positif (husnudhon)
Cara berfikir kita, mengendalikan hidup kita. Bila kita berfikir sesuatu dapat terjadi maka itu akan terjadi karena tindakan kitalah yang membuatnya terjadi. Pemikiran positif inilah mendorong sikap optimis, berjiwa pemenang, berani menghadapi tantangan dan resiko.
·         Perbaiki kualitas hubungan interpersonal
Perbaikan kualitas hubungan bisa meningkatkan tingkat kedewasaan dan melahirkan pribadi baik, bergaulah dengan siapapun pelajarilah karakter sifat mereka dan belajar memahami kelemahan mereka serta bergaulah dengan teman yang memiliki kualitas intektual dan keshalehan bisa merubah prilaku kita lebih terarah, perbaiki hubungan dengan orang-orang yang kita kasihi hindari pertentangan dengan orang tua kita, adik atau kakak kita, jadilah pelajar yang manis dan mau mengalah serta perbaiki dengan guru yang tidak kita sukai
·         Bersikap proaktif
Jadilah seseorang punya inisiatif sendiri, jadilah seorang yang menyodorkan tangan dan jabatlah orang lain dengan kuat. Dalam kondisi tententu jadilah pelajar yang penuh inisiatif dan sensitive terhadap lingkungan sekeliling kita, banyaklah bertanya atas sesuatu yang bisa memberikan muatan posistif bagi peningkatan pemikiran dan jadilah pelajar yang aktif sambil kemasi penampilan diri biar terlihat smart dan menarik.
·         Jaga keseimbangan hidup
Salah satu kelemahan pelajar yang juga aktifis tidak bisa membagi antara organisasi, belajar dan keluarga, sehingga memberikan citra yang ngetaif. Padahal aktifitas adalah salah satu pelatihan dan pembiasaan saat nanti berguna bagi peningkatan karakter pribadi dimasyarakat. Intinya seimbangkan aktifitas anda dan buatlah agenda
·         KONSEP DIRI PELAJAR MUSLIM
Konsep diri seorang muslim : “Suatu potensi yang dimiliki manusia sebagai mahluk pribadi dan mahluk social dalam mengkomunikasikan dengan permasalahan hidup melalui pencerahan spiritual, kepribadian dan pengolahan daya fikir sehingga memantapkan pola tindakan secara benar dan bisa mengsinergikan dengan aktifitas sehari-hari secara seimbang antara pekerjaan, organisasi dan pergaulannya dengan manusia lainnya dalam kerangka nilai Islami” Atau bisa juga bisa diartikan sebagai nilai-nilai yang mampu merubah dan memberikan kekuatan pribadi sehingga bisa tetap survival dalam memperjuangkan hidupnya. 
A.   Penataan spiritual religiouitas (salimul aqidah, sahihul ibadah & matinul khuluq).
·         Pemahaman Aplikatif aqidah/keyakinan (eksistensi Allah, nilai kebenaran, nilai kritis, nilai kerja, nilai pergaulan) yang teraplikasi dalam cara ibadah, cara belajar, cara bergaul, cara organisasi dan cara bersikap terhadap orang lain yang melahirkan konsistensi (istiqomah).
·         Konsistensi pribadi ini akan melahirkan konsep diri positif, keberanian, rasa percaya diri, ketenangan jiwanya terhadap berbagai permasalahan hidup baik sebagai pelajar, sebagai anak dan sebagai seorang remaja.
·         Strateginya adalah kenali diri sendiri, kemudian binalah diri (tarbiyah zakiyah) atau memeneg diri sendiri dengan aktifitas harian kita yang menularkan virus baik bagi teman dan sekitarnya.

B.   Penataan kematangan pribadi (mujahidu linnafsi).
Penataan spiritual akan berpengaruh pada tingkat kematangan pribadi, sehingga anda perlu untuk melatih dan mengasahnya dengan cara :
·         Penataan kekuatan pola berfikir (mutsaqol fikri) dengan banyak membaca, bertanya dan banyak mengikuti majlis ilmu serta bergaulah dengan teman yang sholeh dari prilaku dan cerdas dalam inteletual.
·         Satukan (Sinergitas) diri anda dengan posisi anda sebagai pelajar, aktifis organisasi dan proaktif dalam pergaulan (tarbiyatul jakiyun) salah satunya sibukan diri anda dalam aktifitas organisasi dan bergaulah dengan club-club yang bisa menambah teman dan benahi pemahaman spiritual anda dengan mengikuti kajian agama, sehingga anda menjadi pelajar yang bernilai yang akan mendapat respek dari siapapun.
C.   Konsep diri dengan organisasi.
·         Masuklah organisasi dan jadilah pelaku bukan pengikut.
·         Jadilah inisiator pertama dan pertahankan semangat.
·         Doronglah teman anda untuk mengikuti jejak anda dan tularkan virus sebagai aktifisi.
·         Tidak menyodorkan diri jadi pemimpin, tapi tidak menolak saat dibebani amanat.
·         Bertanggungjawa dengan semua resiko dan hindari mencari kambing hitam atau menyalahkan orang lain.
·         Perkuat semangat anda dalam berorganisasi dengan membina pola pikir anda dengan nilai-nilai Islami.
·         Hindari konflik dengan mencari titik persamaan dengan lebih mengenenaghkan diskusi dan musyawarah.
·         Bepegang teguh pada prisnsip yang dianggap benar dan berani mengatakan tidak terhadap sesuatu yang tidak sesuai.
D.   Konsep diri dengan orang lain
·         Kembangkan keterampilan Komunikasi dan relationshif
·         Jadilah kebanggaan Keluarga
·         Membangun komitmen dengan tim.
·         Regenerasi
·         Sinergitas
Demikianlah membangun konsep diri bukanlah hal yang mudah membutuhkan adanya proses konsisten dalam berbagai  hal yaitu adanya  pembinaan rutin, Kontrol Diri dan adanya mediator pembinaan. Tapi ada yang lebih praktis konsep diri bisa dibentuk sendiri melalui pembinaan dan memenej diri sendiri dengan teratur.

E.   SUMBER :
·         BS Wibowo, SHOOT,  TRUSTCO, PT syamil cipta media, Bandung, 2002.
·         Dale Carnegie, bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain, Jakarta, 1993.
·         David J swartz, berfikir dan berjiwa besar, Jakarta, 1999.

0 komentar:

Post a Comment

terimakasih